15 Mar 2013

Ketika Candi-Candi Berbicara

Gerbang pertama Candi Cetho. 
Sahabat, kepada anda saya ingin menyampaikan fakta baru tentang relief "CANDI CETHO" di Karang Anyar dan "CANDI PENATARAN" di Jawa Timur. Pada kedua candi ini terdapat relief2 yang menggambarkan seorang raja (Jawa/Nusantara) yang dihormati oleh suku / relief / patung mirip Suku Maya, Sumeria, Aztec, bahkan figur Yahudi dll, pertanyaannya adalah fenomena apakah ini ? Selama ini sejarah negeri kita dibuatkan oleh para "ILMUWAN BARAT ( ULAMA BANI ISRAEL )" dan sebagian besar bangsa kita mengamini tanpa reserve, karya2 mereka menjadi buku wajib bagi sekolah2 kita, secara tidak sadar generasi kita mengalami cuci otak dalam waktu yg relatif lama, tugas kita sekarang adalah merekonstruksi kembali sejarah masa lampau Nusantara ini berdasarkan Alqur'an dengan cara mem-pazl-kannya dengan peninggalan2 nenek moyang kita khususnya candi2 di Tanah Jawa dimana istilah candi ini dalam Alqur'an disebut "MIHRAB".

Kalo anda baca kisah "SYAILENDRA" di Museum "TROWULAN" Mojokerto dimana dikisahkan bahwa di Tanah Jawa ada raja bernama Syailendra yg mampu menaklukkan gunung dan sanggup memutarnya saat melawan seorang "RAKSASA". Dalam sejarah Islam sendiri, kita mengenal Nabi Daud adalah satu-satunya nabi yang memiliki mu’jizat sanggup menaklukkan gunung, bahkan Alqur'an menyatakan gunung diputar untuk Nabi Daud a.s. dan dalam kisahpun Nabi Daud a.s. pernah mengalahkan seorang raksasa bernama "JALUT", dialah ayah dari Nabi Sulaiman a.s.

Daoed Joesoef (mantan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan) dalam bukunya “BOROBUDUR” pada halaman 43, menjelaskan makna dari kata Sailendra berasal dari kata "SAILA INDRA" yang artinya Raja Gunung atau dari beberapa sumber, makna Sailendra inipun berasal dari kata "SALIN INDRA" yang artinya bisa menguasai/berganti-ganti alam, yaitu alam manusia , alam jin/setan dll dan alam binatang. Satu-satunya Nabi yang menguasai alam-alam ini, sehingga mampu berkomunikasi bahkan menguasainya adalah Nabi Sulaiman a.s. : “Dan Sulaiman telah mewarisi Daud dan dia berkata; ‘Hai manusia, kami telah diberi pengertian tentang bahasa burung dan kami diberi segala sesuatu. Sesungguhnya semua itu benar-benar suatu karunia yang nyata” Jadi sebenarnya relief pada Candi Ceto dan Candi Penataran adalah informasi tentang "KEKHALIFAHAN NUSANTARA" yang menjadi “SUPER POWER DUNIA” dibawah kepemimpinan Nabi Daud , kemudian diwariskan kepada Nabi Sulaiman bersama-sama Ratu Bilqis, adapun perkiraan peta imajinatifnya dan sebaran etniknya adalah sbb : Dalam "PETA BUMI ITU ALQUR'AN", ternyata ayat2 Alqur'an dapat di-pazl-kan dengan ayat2 bergambar di Bumi, salah satu ayat bergambar adalah "CANDI BOROBUDUR" dimana pada relief lantai 3 candi tsb terdapat kisah tentang Nabi Daud, Nabi Sulaiman, burung Hud Hud dan Taabut Perjanjian, sedang Komplek Candi Prambanan dan Komplek Istana "RATU BOKO" merupakan ayat bergambar yg bercerita tentang "KISAH RATU BILQIS DAN NABI SULAIMAN". 

Di Yogyakarta ada negeri bernama "SLEMAN" yg sejatinya adalah "NEGERI SULAIMAN" dengan "TEMPLE OF SOLOMON"-nya yaitu "CANDI BOROBUDUR", Negeri Sleman ini dalam bahasa Ibraninya "YERUSALEM" dimana dlm teks2 Yahudi disebut Israel Selatan yg diperuntukkan bagi "SUKU YEHUDZA DAN BENYAMIN", suku ini dikenal sebagai "KAUM PERTUKANGAN", berambut keriting, dipimpin oleh Nabi Daud dan Nabi Sulaiman, sedang Israel Utara disebut juga dengan "NEGERI SAMARIA", diperuntukkan bagi 10 Suku Bani Israel yg lain dimana di Negeri Samaria ini terdapat sebuah gunung bernama "GUNUNG MORIAH" yg lebih dikenal dengan sebutan "BUKIT ZION". Dalam mitologi tentang "NEGERI SEMARANG" disebutkan bahwa nama semarang diambilkan dari nama "BETHARA SEMAR" alias "BETHARA SAMARA", apabila dikaitkan dengan pembagian wilayah atas Kerajaan Sulaiman di atas, maka sejatinya "NEGERI SEMARANG" adalah "NEGERI SAMARIA" dan "GUNUNG MURIA" sebenarnya adalah "GUNUNG MORIAH" atau "BUKIT ZION" yg dijadikan simbol perjuangan "KAUM ZIONIS ISRAEL", wilayahnya terbentang sampai Borneo Utara ( apakah sebuah kebetulan Pulau "KALIMANTAN" juga disebut "PULAU SEMAR" ?), Laut Cina Selatan ketika masih berupa daratan hingga Indo China, Malaysia, Sumatra, Sulawesi hingga Papua. Ketika terjadi banjir besar di "BENUA NUSANTARA" dan menenggelamkan sebagian besar wilayah "SAMARIA", maka jadilah apa yg disebut dalam teks-teks Yahudi sebagai "10 SUKU BANI ISRAEL YANG HILANG", dan dalam kurun waktu ribuan tahun jadilah "YEHUDZA/JEWS" menjadi "SUKU JAWA", "SUKU SIMEON" menjadi "SUKU BATAK", dan sebenarnya apa yang disebut SUKU MINANGKABAU mempunyai nama asli bahasa Ibrani yaitu BAINANG KA YAKUBU atau B’NAI YAKUB (anak dari Ya’kub), adapun suku2 lain yg terindikasi sebagai 10 suku Israel yg hilang antara lain "SUKU JEPANG ASLI", "SUKU PATHAN AFGHANISTAN", "SUKU KASHMIR", "SUKU MANASYE MYANMAR", "SUKU KOCHIN INDIA", dan "SUKU CHIANG CHINA".

Dari uraian di atas, maka wajarlah apabila Rasulullah pernah bersabda : Tuntutlah ilmu walau ke "NEGERI SYAIN", pertanyaannya adalah dimanakah Negeri Syain itu ? Selama ini ummat Islam menyebut Negeri Syain adalah Negeri Cina, padahal sebenarnya adalah "NEGERI SYAILENDRA" yang jauh lebih maju dibandingkan Negeri Cina yg saat itu masih dilanda peperangan antar dinasti.

Share: