20 Aug 2014

Kehidupan Ini Seperti Sebuah Buku


Cover depan = tanggal lahir 
Cover belakang = tanggal kematian. 
Tiap lembarnya adalah tiap hari dalam hidup kita dan apa yg kita lakukan. 

Ada buku yg tebal, ada buku yg tipis. 
Ada buku yg menarik dibaca, ada yg sama sekali tidak menarik. 
Sekali tertulis, tidak akan pernah bisa di'edit' lagi. 

Tapi hebatnya, seburuk apapun halaman sebelumnya, 
selalu tersedia halaman selanjutnya yg putih bersih, baru dan tiada cacat. 

Sama dengan hidup kita, seburuk apapun kemarin, 
Tuhan selalu menyediakan hari yang baru untuk kita. 

Kita selalu diberi kesempatan baru untuk melakukan 
sesuatu yg benar dalam hidup kita setiap harinya. 

Kita selalu bisa memperbaiki kesalahan kita dan melanjutkan 
alur cerita sampai saat usia berakhir, sampai batas waktu yang sudah ditetapkan oleh-Nya. 

Terima kasih Tuhan untuk hari yg baru ini...

Syukuri hari ini dan isilah halaman buku kehidupanmu dgn hal2 yg baik semata. 

Dan, jangan pernah lupa, untuk selalu bertanya kepada Tuhan, 
tentang apa yang harus ditulis tiap harinya. 
Agar, pada saat halaman terakhir buku kehidupan kita selesai, 
kita dapati diri ini sebagai pribadi yg berkenan kepada-Nya. 

Dan buku kehidupan itu layak untuk dijadikan teladan bagi anak2 kita dan siapapun setelah kita nanti. 

Selamat menulis di buku kehidupan kita, 

Menulislah dengan tinta cinta dan kasih sayang, serta pena kebijaksanaan. 

Berdo'alah: 
"Tuhan selalu menyertai setiap langkah kita" 

karena...

Tuhan tidak pernah menjanjikan: 
langit itu selalu biru, 
bunga selalu mekar, 
dan mentari selalu bersinar.. 

Tapi ketahuilah bahwa Dia selalu memberi pelangi di setiap badai, 
senyum di setiap air mata, berkah di setiap cobaan, dan jawaban di setiap do'a.

Sumber: titusbercerita.blogspot.com

Share: